Sunday, September 28, 2014

Dimensi Bakat(Guilford)

Bakat adalah :
Kondisi /rangkaian karakteristik yg dipandang sbg gejala kemampuan individu untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan/ serangkaian respon mel latihan- latihan. Jadi bakat merup hasil interaksi antara hereditas & pendidikan
Sifat / kemamp potensial yg dimiliki seseorg yg akan berkembang dg sangat baik jika mendapat stimulasi yg tepat
Dimensi Bakat(Guilford)
Dimensi Perseptual : kemampuan dlm melakukan persepsi/ kepekaan pancaindera yg berhub dg kepekaan penglihatan, pendengaran, kinestesi
Dimensi Psikomotor, yg meliputi 6 faktor: kekuatan, impuls, kecepatan gerak/ketepatan, ketelitian (dinamis maupun statis), koordinasi dan keluwesan/fleksibilitas
Dimensi Intelektual : meliputi faktor ingatan & faktor berpikir {kognisi, produksi (divergen & kovergen), & evaluasi}
Bakat(Thurstone)
Kemamp mental diklpkn menjadi :
1). Verbal (V) : pemahaman akan hub kt, kosa kt, & penguasaan komunikasi lisan.
2). Number (N) : kecermatan & keceptn dlm pengg fungsi-fungsi hitung dasar.
3). Spatial (S) : kemamp mengenali berbg hub dlm bentuk visual.
4). Word Fluency (W) : kemamp mencermati dg cpt kt-kt tertentu.
5). Memory (M) : kemamp mengingat gbr, pesan, angka, kt-kt, & bentuk pola-pola.
6). Reasoning (R) : kemamp mengambil kesimpulan.
Tujuan Mengetahui Bakat
Diagnosis :
Dg mengetahui bakat yg dimiliki seseorg maka akan dipahami potensi yg ada pd seseorg.
Prediksi :
Unt memprediksi kesuksesan atau kegagalan seseorg dlm bidang tertentu di masa yg akan datang


Faktor-faktor yg DiungkapTes Bakat
Kemampuan Verbal : kemamp memahami & mengg bhs scr lisan atau tulisan
Kemampuan numerical : kemamp ketepatan & ketelitian memecahkan problem aritmetik/ konsep dasar berhitung
Kemampuan spatial : Kemamp meranc suatu benda scr tepat
Kemampuan perceptual : kemamp mengamati & memahami gbr dua dimensi menjadi tiga dimensi
Kemampuan reasoning : kemamp memecahkan suatu masalah
Kemampuan mekanik : kemamp memahami 2 konsep meknaik & fisika
Kemampuan memory : kemamp mengingat
Kemampuan clarical : kemamp bekerja dibidang adm
Kreativitas : kemamp menghasilkan sesuatu yg baru & menunjukkan hal yg tdk biasa/ istimewa
Kecepatan kerja : kemamp bekerja scr cepat terutama unt pekerj yg rutin
Ketelitian kerja : kemamp bekerja scr teliti
Ketahanan kerja : kemamp bekerja scr konsisten ( dlm situasi yg sama, atau yg semakin berat)
Keterbatasan Tes Bakat
Tes bakat hanya mengukur sampel perilaku yg ditunjukkan oleh sampel butir tes
Standarisasi tes tergantung pada keadaan sampel standarisasi. Dg demikian perkembangan budaya & kemajuan teknologi akan mempengaruhi validitas tes
Reliabilitas tes jarang mempunyai koefosien reliabilitas sama dg satu, berarti testing lebih dari satu kali pd satu individu yg sama tdk akan menunjukkan hasil yg sama persis.
Dg pengukuran bakat bukan berarti telah memahami kondisi psikologis seseorg secara komprehensif. Unt tuj diagnosis & prediksi akan lebih akurat jika dilakukan pengukuran aspek psikologis secara komprehensif
Macam-macam Tes Bakat
Kelompok Baterai Tes :
Rangkaian bermacam-macam tes yg masing-masing tes dpt berdiri sendiri, tdk harus digunakan secara keseluruhan
Tes DAT
Tes FACT
Tes GATB
Kelompok Single Tes
Tes sensory, tes artistik, tes clerical, tes kreativitas, tes kraeplin/ Pauli
Differential Aptitude Test (DAT)
Tes ini disusun oleh George K. Bennet, Harold G.Seashore, & Alexander G.Wesman.
Latarbelakang munculnya tes ini adalah :
a). Tes ini disusun dg maksud unt mendptkn prosedur penilaian yg ilmiah,terintegrasi & standar, bagi siswa2 pria& wanita pd grade/kls 8-12 (di Amerika). Krn dg dasar IQ saja dipandang sdh tdk memadai.
b). Hal tsb diltrbelakangi dg kesadaran dari para ahli psikologi bhw kemampuan mental tdk hanya terdiri dari satu faktor saja melainkan bnyk faktor. Shg dibutuhkan suatu tes yg dpt mengukur bermacam-macam faktor dg beberapa skor sesuai kemampuan yg diukur.
Tujuan Tes ini : unt konseling/penjurusan & seleksi pekerjaan
Tes ini terdiri dari 7 tes yaitu :
Verbal Reasoning
Numerical Ability
Abstract Reasoning
Space Relation
Mechanical Reasoning
Clerical Speed & Acuracy
Language Usage : Part 1 – Spelling
Part 2 – Sentences
Administrasi DAT
Sebaiknya Diberikan scr keseluruhan (satu seri), tp dpt juga diberikan per satu sub tes scr terpisah sesuai tujuan & aspek yg akan diukur
Disajikan/diberikan sedemikian menarik & tdk monoton
Saran penyajian:
1). One day testing : VR, SR, LU,AR,CSA,NA,MR
2). Double period testing (dilak dlm 3 hari, setiap pagi) :
Session 1 : VR, SR
Session 2 : LU, AR
Session 3 : NA, CSA, MR
3). Two session testing (dilak dlm 2 hari, setiap pagi):
Session 1 : VR, SR, LU
Session 2 : MR, CSA, AR, NA
Norma DAT
Disusun berdasarkan siswa kelas 8 hingga kelas 12 dg memperhatikan perbedaan jenis kelamin, sejumlah 47.000 siswa dari berbagai neg bag di amerika
Norma disusun dlm persentil
Tes ini terdiri dari 7 tes yg terbagi dlm 2 klpk :
Kelompok Tes Verbal, meliputi:
a). Verbal Reasoning/ VR (A1)
Unt mengukur kemampuan berpikir abstrak, generalisasi, konstrukstif dg memahami konsep verbal
b). Numerical Ability/ NA (Tes berhitung/A5)
Unt mengukur kemampuan memahami hubungan numerik & memecahkan masalah yg berhubungan dg konsep numerik.
c). Language Usage (LU)
1). Bag 1 : Spelling, adalh perbendaharaan kata yg sering digunakan dlm kehidupan sehari-hari
2). Bag 2 : Sentences, unt mengukur kemamp membedakan tata bahasa yg baik dg yg buruk, memahami pemberian tanda baca yg tepat & pengg kata yg tepat dlm bahasa Inggris
d). Clerical Speed Accuracy/CSA (Tes Cepat Teliti).
Diranc unt mengukur kecept & ketelitian respon dlm tugas-tugas yg membutuhkan persepsi sederhana.
Tes ini tersusun atas Form A & B yg ekuivalen
Kelompok Tes Non Verbal, meliputi:
a). Abstract Reasoning/ AR(Tes Penalaran)
Unt mengukur penalaran non verbal. Yaitu meliputi kemamp individu unt dpt memahami adanya hub yg logis dari figur-figur abstrak/prinsip-prinsip Non Verbal Design.
Tujuan : Digunakan di lingk sekolah, perusahaan & keg sekolah lainnya yg memerlukan persepsi hub ant benda-benda
b). Mechanical Reasoning/ MR (Tes Pengertian Mekanik)
Unt mengukur kemampuan pemahamanprinsip-prinsip mekanik & fisika.
Tujuan: Unt menent jurusan studi/ memilih pekerj
c). Space Relation (SR/ Tes Pola)
Diranc unt mengukur kemamp visualisasi thdp konstruksi objek tiga dimensi yg dibangun dari pola dua dimensi & kemamp membayangkan berbagai cara yg digunakan unt memutar objek tsb, shg memp bangunan spt yg tampak dlm gbr.
Tujuan : Diperlukan dlm bidang perenc, design pakaian, arsitektur, seni, dekorasi/ bidang-bidang lain-lain yg membutuhakn pengamatan tiga dimensi
DAT yg tersedia di Lab F.Psi UIN :
Tes Pemahaman (A1)
Tes Penalaran (A3)
Tes Berhitung (A5)
Tes Pengertian Mekanik (C4)
Tes Ruang Bidang (C5)
Tes Cepat Teliti (D4)
General Aptitude Tes Battery (GATB)
Dikemb oleh United States Employment Services pd 1947, dari hasil analisa faktor berbagai tes bakat
Tes ini terdiri dari 12 tes yg mengukur 9 bakat
Ke-12 tes tersbt dibagi dlm 2 klp.
Tes 1- 8 : Tes paper & pencil
Tes 9-12 : Tes Non paper & pencil
Penyajian tes hendaknya urut, namun demikian tes non paper & pencils dpt disajikan sebelum/sesudah tes paper & pencils
Tes 11 & 12 dpt mendahului tes 9 & 10
Norma : mengg Mean & standar deviasi
12 Tes GATB
Tes Perbandingan nama, 6 ’
Tes Komputasi, 6 ’
Tes Tiga Dimensi, 6 ’
Tes Perbendaharaan Kata, 6 ’
Tes Memasangkan Alat, 5 ’
Tes Hitungan, 7’
Tes Memasangkan Bentuk, 6’
Tes Membuat Tanda, 1’ 20 ”
Tes Menaruh (Place), 45 ”
Tes membalik (turn), 90 ”
Tes Merakit (Assemble), 90 ”
Tes Mengurai (Dissamble), 60 ”
Kesembilan Bakat dlm GATB
General Learning Ability, diukur dg tes tiga dimensi, perbendaharaan kata & hitungan
Bakat verbal, diukur dg tes Perbendaharaan Kata
Bakat Numerik, diukur oleh tes komputasi & arithmetic reasoning
Bakat Ruang, diukur oleh tes tiga dimensi
Persepsi thd bentuk, diukur dg tes memasangkan bentuk & alat
Persepsi Klerikal, diukur oleh tes perbandingan nama
Koordinasi motorik, diukur oleh tes mark making
Kecekatan jari, diukur oleh tes Assemble & Dissamble
Kecekatan manual, diukur dg tes Place & Turn
Flanagan Aptitude Classification Test (FACT)
Tes ini disusun oleh J.C. Flanagan, seorg profesor pd universitas Pittsburgh.
Tes ini diranc unt menent sistem klasifikasi yg baku unt menerangkan bakat yg penting guna kesuksesan prestasi dari tugas occupational. Namun demikian batterai tes ini juga diranc unt konseling vokasional, seleksi & placement
Tujuan pengg tes ini:
a). Alat bantu unt memprediksikan keberhasilan kerja & perenc program latihan dlm rangka konseling pekerjaan
b). Alat seleksi & penempatan kerja (placement)
FACT terdiri 14 tes
Inspection, mengukur kemamp unt melihat scr cepat & tepat ketdksempurnaan darai serangkaian artikel
Coding, mengukur kecept & ketepatan pemberian kode pada informasi perkantoran
Memory, mengukur kemamp menginngat kode pd tes 2
Precision, mengukur kecept & ketepatan dlm menggerakkan jari. Kemamp ini dibutuhkan dlm bekerja dg objek yg kecil
Assemble, mengukur kemamp melihat bgmn sejuml obyek model yg terpisah akan tampak jika diatur sesuai dg instruksi tanpa model yg sesungguhnya
Scale, mengukur kecept & ketepatan dlm membaca skala, grafik, denah
Coordination, mengukur kemamp koordinasi gerakan tangan & lengan
8. Judgment & comprehention, mengukur kemamp membaca dg pemahaman, penalaran logis, & digunakan dlm membuat keputusan
9. Aritmethic, mengukur ketrampilan dlm bekerja dg angka
10. Patterns, mengukur kemamp reproduksi outline pole sederhana scr tepat & teliti
11. Componen, mengukur kemamp unt mengidentifikasi bag komp penting
12. Tabel, mengukur kinerja membaca tipe tabel
13. Mechanics, mengukur tent pemahaman prinsip-prinsip mekanika & menganalisa gerakan mekanik
14. Expression,mengukur perasaan & penget tent bhs Ingg yg benar
Penyajian FACT
Melalui 2 sesion
Session 1 unt 8 tes pertama dg selang waktu istirahat 10 menit setelah tes yg ke 5.
Session 2, unt tes 9 hingga tes ke 14. Dg selang wkt istirahat 10 menit setelah tes ke 11 selesai.
Kesemuanya bisa dilakukan dlm bentuk klasikal maupun individual
TES INTELIGENSI
Secara garis besar Tes Psikologi diklasifikasikan sbb:
1. Tes Kognitif
a). Abilitas potensial/ kemampuan potensial
(1). Abilitas potensial umum (inteligensi)
Unt menget sejauhmana kemamp umum seseorg, guna memperkirakan apakah suatu pendd/pelatihan tertent dpt diberikan
(2). Abilitas potensial khusus (bakat)
Disebut pula tes bakat khusus (special ability test), unt menget kecend kemamp khusus pd bidang2 tertentu
b). Abilitas aktual/ kemampuan aktual (prestasi)
Tes prestasi: mengukur hasil/ prestasi seseorang
Klasifikasi Tes Psikologi
Cronbach membagi dlm 2 klp besar :
Tes yg mengukur Performansi Maksimal/ Tes Kognitif
Tes jenis ini dirancang unt mengungkap apa yg mampu dilakukan oleh seseorg & sebrp baik ia mampu melakukannya
a). Stimulus yg disajikan hrs jelas struktur & tuj shg subjek tahu betul arah jawaban yg dikehendaki
b). Umumnya jawaban B/ S, petunjuk dibuat sederhana & sejelas mungkin, umumnya skor & batasan wkt pengerj diberitahukan
c). Pd umumnya Indiv didorong unt berusaha semaksimal mungkin, agar mendpt skor setinggi mungkin
Tes yg mengukur Performansi Tipikal/ Tes Non Kognitif
Tes jenis ini dirancang unt mengungkap kecenderungan reaksi/ perilaku individu ketika berada dlm situasi2 tertentu
a). Tuj utama bukan unt mengetahui apa yg mampu dilakukan tapi apa yg cenderung dilakukan
b). Jawaban bukan B / S, melainkan didiagnosis menurut norma2 tertent
Macam-macam Tes Inteligensi
1. Tes Inteligensi Untuk Anak-anak
Tes Binet, WISC, WPPSI, CPM,
CFIT skala 1 & 2, TIKI Dasar
2. Tes Inteligensi Untuk Remaja-Dewasa
WAIS, SPM, APM, CFIT skala 3,
TIKI Menengah, TIKI Tinggi, IST
3. Tes Inteligensi Untuk Tuna Rungu
SON (Snijders Oomen Non Verbal Scale)
4. Tes Inteligensi Untuk Tuna Netra
Tes Binet
Dipublikasikan pertamakali th 1905 di Paris, Perancis oleh Binet – Simon
Pertama menggunakan 30 soal yg disajikan scr urut
Revisi 1 (1916) di Stanford University Amerika Serikat oleh Terman (revisi yg paling terkenal)
Revisi 2 (1937), bersama Merril, tes direvisi menjd 2 bentuk, yaitu L & M
Revisi 3 (1960), menggab bentk L & M menjd L-M
1972 restandardisasi tabel IQ
Revisi 4 (1986) oleh Thorndike dkk
Tes Binet yg digunakan di Indonesia : revisi ke 3 dari Terman & merril pd th 1960, yaitu Stanford Binet Intellegence Scale Form L-M
Hasil tes berupa IQ yg dpt dilihat pd tabel IQ atau dg melihat perbandingan antara MA & CA
Tes Wechsler
Inteligensi : kumpulan/ keseluruhan kapasitas seseorg yg bertindak unt tuj tertentu, berpikir scr rasional, menghdpi lingk dg efektif (David Wechsler).
Pertama kali menyusun tes inteligensi “Wechsler Bellevue Intelligence Scale Test” (W-B) dlm bentuk paralel I & II, dipublikasikan thn 1939
W-B I direvisi menjd Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) th 1955
1981, direvisi lagi menjd WAIS-R
1949, krn kebutuhan akan tes Inteligensi unt anak2, maka disusun tes unt anak umur 8-15 th (Wechsler Intelligence Scale For Children/ WISC)yg merup revisi W-B II. Dan th 1974 diterbitkan revisinya yaitu WISC-R
1963, dipublikasikan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) untk anak usia 4 – 6 ½ th.
Tes Raven (Raven Progessive Matrices)
Pertama kali diciptakan oleh J.C Raven th 1938, pertamakali digunakan unt Angkt Bersenjata Inggris dlm PD II
Merup tes non verbal, yg digunakan unt mengukur kemamp dlm hal pengertian & melihat hubungan bag-bag gbr yg disajikan serta mengembangkan pola berpikir yg sistematis.
Tes Raven ini mengukur general factor dari Spearman, sdngkan sebag kecil mengukur spatial apptitude, inductive reasoning & perceptual accuracy
Materi tes : gambar dg sebagian yg terpotong, tuj subj mencari pot gbr yg cocok dari alternatif gbr yg disediakan
Penyajian tes dapat secara klasikal atau individual
Hasil Tes Raven berupa persentil & grade dari inteligensi
Disebut sbg tes yg culture fair (adil unt semua kebudayaan)
Standar Progressive Matrices (SPM)
Pertamakali Raven menyusun tes SPM, unt remaja & dewasa
Di Indonesia dikenal dg tes SPM atau A2
Terdiri dari 60 soal yg dikelompokkan dlm 5 seri yaitu: A, B, C, D, dan E (setiap seri 12 item)
Waktu dan aspek yg diukur :
Total waktu yg dibutuhkan tdk terbatas, ttp biasanya disediakan wkt 30 menit
Tes ini unt mengukur kecerdasan org dewasa terutama faktor general (G factor). Dg tujuan unt mengukur & menggolongkan tingkat kecerdasan umum dari subjek
Coloured Progressive Matrices (CPM)
Karena kebutuhan tes unt anak-anak, maka disusunlah tes CPM, unt anak usia 5-11 th
Tes CPM ini juga digunakan unt orang tua atau lanjut usia diatas 60 th dg pendidikan rendah/ menengah
Terdiri dari 36 item yg dikelompokkan dlm 3 seri yaitu A, Ab, B (setiap seri 12 item).
Waktu dan aspek yg diukur :
Penyajian tidak ada batasan waktu
Aspek yg diukur:
Berpikir logis, kecakapan pengamatan ruang, kemamp unt mencari & mengerti hub antara keseluruhan & bagian-bagian termasuk kemamp analisa & integrasi, kemamp berpikir secara analogi
Advanced Progressive Matrices (APM)
Tes APM disusun pd th 1943, unt memenuhi kebutuhan tes bagi org-org yg diatas normal (superior).
Revisi APM dilakukan pd th 1947 & 1962
Terdiri dari 2 set. Set I terdiri dari 12 item, set II berisi 36 item.
Set I merup pemanasan/ pengenalan pola/ matrik yg digunakan, sekaligus langkah awal menjajaki kemamp subj
Apabila dlm set I subj tdk mampu menjwb dg betul sebnyk 6 item dari 12 item yg ada, maka tdk perlu diteruskan dg APM set II. Apabila subjk mampu menjwb dg betul 6 item/lbh baru diteruskan dg APM set II.
Waktu dan aspek yg diukur :
Total waktu yg dibutuhkan 50 menit, dg perincian:
a). Pemberian petunjuk: 5 menit
b). APM set I : 5 menit
c). APM set II: 40 menit
Aspek yg diukur : Tingkat Inteligensi dan analisis klinis
Tes CFIT (Culture Fair Intelligence Test)
Disusun berdasar asumsi bhw selama ini tes inteligensi yg ada dlm penyelesaiannya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan & budaya .
Disusun oleh R.B Cattel dan A.K.S Cattel dari Institute for Personality and Ability Testing
Terdiri dari 3 skala:
a). Skala 1: unt anak usia 4-8th & dewasa yg terbelakang/ gangguan (retardasi)
b). Skala 2: Unt anak-anak usia 8-14 th & dewasa rata-rata
c). Skala 3: Unt org dewasa (eksekutif & individu yg memp inteligensi diatas rata-rata)
Waktu dan aspek yg diukur :
Total waktu yg dibutuhkan kuranglebih 12, 5 menit
Aspek yg diukur : kemamp mental umum/ kecerdasan (faktor G)
Intelligenz Structure Test (IST)
Dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt/ Jerman pd th 1953
Tes ini didasarkan pada teori Gestalt, bhw inteligensi terdiri dari bagian-bagian yg saling berhubungan secara bermakna. Dimana struktur inteligensi tertentu menggbrkn pola kerja tertentu, shg akan cocok unt tuntutan profesi/pekerjaan tertentu
Digunakan unt subjek usia 14 – 60 th
Terdiri dari 9 subtes dg total 176 soal
Tes ini di Indonesia, pertamakali di gunakan oleh Psi AD
Tes WAIS
Verbal :
a. Informasi
b. Pengertian
c. Hitungan
d. Persamaan
e. Rentangan Angka
f. Perbendaharaan Kata
Performance
a. Simbol Angka
b. Melengkapi gambar
c. Rancangan Balok
d. Mengatur Gambar
e. Merakit Objek
Intelligenz Structure Test (IST)
Latar Belakang
Intelligenz Structure Test (IST) adalah tes inteligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt/ Jerman pd th 1953
Tes ini dipandang sebagai suatu gestalt, yang terdiri dari bagian-bagian yg saling berhubungan secara bermakna (struktur). Dimana struktur inteligensi tertentu menggbrkn pola kerja tertentu, shg akan cocok unt tuntutan profesi/pekerjaan tertentu
Tes ini dikonstruksikan unt subjek usia 14 – 60 th, setelah melalui uji coba kurang lebih 4000 orang.
Tes ini di Indonesia, pertamakali di gunakan oleh Psi AD Bandung
Prosedure Pengetesan
IST dapat digunakan untuk tes individual maupun klasikal
IST terdiri dari 9 sub tes, setiap sub tes mempunyai cara pengerjaan dan waktu yang berbeda
Hasil akhir merupakan grafik dan angka yang menunjukkan taraf kecerdasan
Instruksi sudah tertera di halaman depan setiap sub test. Tester bisa membacakan instruksi yang tertera jika testee mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup tinggi (SMA ke atas), tetapi untuk latar belakang pendidikan yang lebih rendah (SMP) maka tester harus menuliskan di papan tulis atau memberikan peragaan
Untuk sub tes terakhir (ME), setelah memberikan instruksi testee diminta menutup bukunya dan melepaskan lembar hafalan, untuk dihafalkan selama 3 menit. Sebelum mengerjakan sub tes terakhir, ambillah lembar hafalan dan kertas-kertas lain dari testee (supaya tidak menyontek).
Waktu penyajian/ pengerjaan tes :
Subtes 1 : (soal 1-20), Satzerganzung/ Melengkapi Kalimat (SE) : 6 menit
Subtes 2 : (soal 21-40), Wortauswahl/ Melengkapi Kata-kata (WA) : 6 menit
Subtes 3 : (soal 41-60), Analogien / Persamaan Kata (AN) : 7 menit
Subtes 4 : (soal 61-76), Gemeinsamkeiten/ Sifat yang Dimiliki Bersama (GE): 8 menit
Subtes 5 : (soal 77-96), Rechhenaufgaben/ Berhitung (RA) : 10 menit
Subtes 6 : (soal 97-116), Zahlenreihen / Deret Angka (ZR) : 10 menit
Subtes 7 : (soal 117-136), Figurenauswahl / Memilih Bentuk (FA) : 7 menit
Subtes 8 : (soal 137-156), Wurfelaufgaben / Latihan Balok (WU) : 9 menit
Subtes 9 : (soal 157-176), Merkaufgaben / Latihan Simbol (ME), terdiri dari :
Mempelajari : 3 menit
Mereproduksi : 6 menit
Tugas Tester
Perhatikan cara testee bekerja pada saat ia memulai, segera perbaiki jika ia salah mengerjakan
Berilah testee sepotong kertas bersih untuk menghitung supaya lembar jawaban tidak dicoret-coret
Khusus untuk sub tes terakhir (ME) perhatikan testee dengan teliti (untuk menjaga segala usaha berbuat curang)
Skoring
Jawaban yang benar mendapat point 1 (kecuali untuk subtes 4 / GE, ada panduan nilai sendiri).
Tulislah jumlah jawaban yang benar di tempat yang tersedia pada setiap sub tes
Jumlah jawaban yang benar merupakan raw score (RW ) dibandingkan dengan norma, shg akan menghasilkan weighted score (SW)
Nilai weighted score setiap sub tes merupakan titik-titik grafik
Jumlah total setiap sub tes (raw score) bila dibandingkan dengan norma akan menghasilkan nilai/ taraf inteligensi (weighted score)
Taraf inteligensi ini bila dibandingkan denagn norma umum akan menunjukkan kelompok taraf inteligensi tertentu (cerdas, kurang dan lainnya).
Aspek yang diukur tiap sub tes :
SE (Melengkapi Kalimat) :
Pembentukan keputusan, mengukur pembentukan keputusan (dapatkah seseorang berprestasi)
Rasa realitas/ menilai yang mendekati realitas
Common sense ( memanfaatkan pengalaman masa lalu), dapatkah seseorang berpikir secara berdikari/ mandiri
Berpikir konkrit praktis dalam kehidupan sehari-hari
WA (Melengkapi Kata-Kata) :
Intelektual, rasa bahasa/ kemampuan menghayati masalah bahasa, perasaan empati
Berpikir induktif dengan menggunakan bahasa, memahami pengertian
Pada remaja, komponen intuisi
Pada orang dewasa, komponen bahasa untuk mengetahui motif tertentu
Bila skor tinggi, dapat menangkap pengertian dari suatu isi melalui/ dengan bahasa
AN ( Persamaan Kata) :
Kemampuan mengkombinasi
Fleksibilitas berpikir
Berpikir logis/menggunakan pikiran sebagai dasar berpikir ( kedalaman berpikir)
Tidak suka menyelesaikan sesuatu dengan dengan perkiraan saja
Bila skor tinggi: menunjukkan kemampuan menangkap hubungan permasalahan
GE ( Sifat yang dimiliki bersama) :
Kemampuan abstraksi, pembentukan pengertian
Kemampuan untuk menyatakan/ pengertian dalam bahasa
Membnetuk suatu pengertian atau mencari inti persoalan
Pada remaja menunjukkan kemampuan rohaniah (gestig)
RA ( Berhitung) :
Berpikir induktif praktis hitungan
Kemampaun berhitung
Menggunakan bilangan-bilangan secara praktis masalah hitungan
ZR (Deret Angka) :
Ada moment-moment ritmis
Berpikir induktif bilangan teoritis (dengan angka-angka)
Penggunaan bilangan secara (agak) teoritis (dapat dilihat pula pada AN dan GE)
Berpikir teoritis dengan hitungan disertaii dengan moment-moment ritmis
FA (Memilih Bentuk) :
Kemampuan membayangkan
Kemampuan mengkonstruksi (sintesa dan analisa)
Berpikir konkrit menyeluruh
Memasukkan bagian pada suatu keseluruhan
Kaya akan tanggapan
Cara berpikir menyeluruh yang konkrit, dalam sub tes ini terhadap moment-moment konstruktif
WU (Latihan Balok) :
Daya bayang ruang, kemampuan tiga dimensi
Dapat disertai moment-moment analitis
ME ( Latihan Simbol) :
Mengukur daya ingatan
Dapat melihat konsentrasi yang menetap
Kemampuan konsentrasi lama
Tanda ketahanan
Grafik IST
Grafik struktur kecerdasan terdiri dari profil M dan profil W yang diukur dari 4 aspek pertama yaitu SE, WA, AN dan GE.
Profil M yaitu bila aspek tersebut menunjukkan irama rendah, tinggi, rendah, tinggi.
Profil W yaitu bila aspek tersebut menunjukkan irama tinggi, rendah, tinggi, rendah.
Pengertian Kepribadian :
Kepribadian (menurut Allport) : Suatu organisasi yg dinamis, yg berada dalam diri individu, dari sistem psikofisik yg menciptakan pola karakteristik individu dalam berperilaku, berpikir, & merasakan
Tes Kepribadian :
Merupakan suatu alat ukur yg disusun unt mengungkap kepribadian seseorang.
Secara grs besar tes kepribadian dikelompokkan berdasar:
Teknik pengungkapan
a). Proyektif (sering disebut tes proyektif)‏
b). Non Proyektif
Bentuk Alat
a). Verbal
b). Non verb
Tes Proyektif
Disebut demikian krn ingin mengungkap kondisi kepribadian melalui proyeksi.
Proyeksi merup suatu proses pelampiasan dorongan, perasaan & sentimen seseorg yg keluar melalui suatu media sbg suatu mekanisme pertahanan diri, proses tsb terjadi tanpa disadari oleh yg bersangkutan.
Tes proyektif adalah alat ukur kepribadian yg dlm mengungkap kepribadian menggunakan media / materi sbg tempat unt memproyeksikan dorongan, perasaan/ sentimen seseorg.
SACS SENTENCES COMPLETION TEST (SSCT)‏
Dikembangkan oleh David Sach
Tujuan : Mendeteksi persoalan-persoalan awal yg diwujudkan dlm hambatan-hambatan, baik dlm dirinya sendiri maupun dlm lingkungannya.
Bentuk yg tersedia:
Terdiri dari 60 kalimat yg belum sempurna/belum selesai, yg harus diisi & diselesaikan oleh subjek.
Aspek yg diukur:
1. Sikap individu dlm hub dg keluarga, meliputi:
 Sikap terhadap ibu
 Sikap terhadap ayah
 Sikap terhadap kehidupan keluarga
2. Sikap individu terhadap permasalahan seksual, meliputi:
 Sikap terhadap wanita
 Sikap terhadap hubungan hetersoseksual
3. Sikap individu dalam hubungan antar pribadi, meliputi:
 Sikap terhadap teman & kenalan
 Sikap terhadap pimpinan di sekolah/ pekerjaan
 Sikap terhadap bawahan
 Sikap terhadap teman sekerja
4. Sikap individu terhadap self konsep, meliputi:
 Ketakutan-ketakutan / rasa kekhawatiran
 Rasa bersalah/ berdosa
 Sikap terhadap kemampuan diri sendiri
 Sikap terhadap masa lalu
 Sikap terhadap masa depan
EDWARD PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE (EPPS)
Waktu & penyajian :
Berkisar 1 ½ – 2 jam
Bisa dilakukan dlm bentuk individual maupun klasikal
Bentuk/ materi tes:
Buku manual yg terdiri dari 225 item, masing-masing item terdiri dari dua pernyataan (A dan B).
Lembar jawaban & lembar grafik sbg gambaran kepribadian
MINNESOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY (MMPI)‏
Merup tes proyektif verbal dlm bentuk inventory
Materi Tes :
Terdiri dari 550 pernyataan benar-salah
Aspek yg dikur :
Tes ini digunakan unt melak diagnosa thd kecend :
 Hypochondriasis
 Depression
 Hysteria
 Psychopathic Deviate
 Masculinity – femininity
 Psychasthenia
 Schizophrenia
 Hypomania
 Social Introversion
Waktu & penyajian :
Tdk ada batasan, bisa disajikan klasikal atau individual
Sixteen personality factor test (16 pf)‏
Disusun oleh Raymond Cattel (1949)‏
Pada awalnya terdiri dari 4000 kata sifat yg menjelaskan tent karakteristik kepribadian yg dikelompokkan menjadi 45 klpk berdasar kesamaan bahasa. Dari 45 klpk tsb diringkas menjadi 15 klpk yg tertuang dlm 16 faktor.
Tes ini mempunyai 5 macam bentuk: A,B,C,D,E yg dikenakan unt usia 16 th ke atas. Bentuk A,B,C,D unt indiv dg tk penddk/ kemamp membaca yg rendah
Tes ini terdiri dari 105 soal
Waktu penyajian: 40‘ – 60 ‘ (normal) atau 2 jam unt subjek yg kesulitan dg istilah-istilah dlm tes ini
THEMATIC APPERCEPTION TEST (TAT)‏
Mengg teori Murray
Tujuan : mengungkap dorongan & motivasi individu, sentimen-sentimen & konflik kepribadian yg dimiliki individu
Bentuk Tes & Penyajian
a). Berupa kartu bergambar berjumlah 31 bh
b). Testee/subjek diminta unt menyusun sebuah cerita berdasarkan gbr-gbr dlm kartu (kejadian pd figur, penyebab & akhir/penyelesaian kejadian)‏
c). Kartu diberikan dlm 2 tahap:
Tahap I : diberikan kartu 1 – 10
Tahap II: diberikan kartu 11 – 20
d). Kartu no 16 (gbr kosong) diberikan paling akhir, berfungsi : unt mnegungkap hal-hal yg masih disimpan testee
Aspek yang diukur :
a). Hero : Identifikasi subjek thd karakter seseorg
b). Motivasi/need :
n. Abasement n. Intaggression
n. Achievement n. Nurturance
n. Aggression n. Passivity
n. Dominance n. Sex
n. Succorance
c). Press/Forces/Tekanan:
p. Affiliation p. Nurturance
p. Aggression p. Rejection
p. Dominance p. Lack, Loss
p. Physical Danger
Waktu & penyajian :
Penyajian dlm tes ini dilakukan secara individual dg waktu yg tdk terbatas
Pemberian kartu disesuaikan dg usia testee yg terbagi menjadi:
● 10 – 16 th unt kategori anak laki-laki / Boy (B)‏
● 10 – 16 th unt kategori anak perempuan / Girl (G)‏
● 17 – 35 th unt kategori laki-laki dewasa/ Male (M)‏
● 17 – 35 th unt kategori wanita dewasa/ Female (F)‏
● Netral
CHILDRENS APPERCEPTION TEST (CAT)‏
CAT merup pengemb dari TAT, disusun & dikembangkan berdasarkan teori Murray oleh Leopold Bellak & Sonya Sorel Bellak
Di Indonesia sudah dilakukan adapatsi figur-figur kartu CAT yg disesuaikan dg budaya Indonesia
CAT dikenakan unt anak usia 3 –10 th
Tujuan: mengungkap kepribadian anak serta peran & kedudukannya
Hal-hal yg hendak diungkap :
1. Pemuasan kebutuhan oral (makan, dsb)‏
2. Situasi persaingan antar saudara
3. Agresivitas anak
4. Penerimaan lingkungan org dewasa thd anak
Bentuk tes CAT :
Bentuk yg tersedia adalah 20 kartu yg terbagi menjadi dua yaitu : 10 kartu dg stimulus gbr hewan (anima) & 10 kartu dg stimulus gbr manusia (human)‏
Waktu penyajian :
a). Dilakukan secara individual dg waktu yg tdk terbatas
b). Kartu yg disajikan sebanyak 10 kartu, sedangkan jenis kartu (anima/ human) tergantung pertimbangan tester.
Interpretasi
Hal-hal yg perlu diperhatikan adalah :
Tema pokok cerita
Penilaian thd cerita testee secara keseluruhan, dilihat dari pokok figur cerita subjek
Dlm hal ini, umur & IQ perlu diperhatikan krn mempengaruhi kualitas cerita
Tokoh cerita (hero)‏
Menyangkut siapa tokoh yg dimenangkan
Kebutuhan (dorongan) yg dimiliki
Muncul dari harapan-harapan tokohnya (hero).
Konsepsi tentang lingkungan
Merup perpaduan antara hal-hal yg diinginkan dg kenyataan yg ada. Keadaan yg dimunculkan dlm ceritanya merup keadaan (kebutuhan ) subjek/testee
5. Tanggapan-tanggan subjek thd figur-figur yg ada
Apakah subjek menanggapi dg antusias atau acuh tak acuh.
Apabila subjek tampak lemah dlm mengidentifikasi suatu tokoh kemungkinan subjek mengalami konflik.
6. Konflik yg dihadapi
Dari cerita subjek dpt diketahui figuran konflik subjek.
Ada 2 konflik yg dpt dilihat :
 Intern : terjadi pd diri sendiri
 Ekstern: timbul akibat hubungannya dg lingkungan
Kecemasan
Kecemasan krn diri sendiri, org tua atau sebab lain
Sikap thd konflik & kecemasan
Tipe pertahanan subjek dilihat dari tipe rekasi yg muncul dlm ceritanya saat menghadapi permasalahan.
Apakah depresif, represif, agresif, atau escape
Bagaimana peranan super egonya
Sejauhmana peranan superego subjek dpt diperoleh dari ceritanya. Misalnya apa mampu mengakui bahwa tindakan salah pasti ada akibatnya
Bagaimana integritas egonya
Dpt dilihat dari rangkuman seluruh cerita (dari kartu 1-10)‏
Tes rorschach
Disusun oleh Herman Rorschach, berawal dg asumsi bhw ada hub antara pengamatan/persepsi thd bercak tinta dg kepribadian
Aspek yg diukur :
a). Intellectual Aspects (cognitif)‏
b). Emotional Aspects (affective)‏
c). Aspek & fungsi ego
Terdiri dari 10 kartu berisi bercak tinta yg simetris. Kartu 2,3,8,9,10 : kartu yg kromatis (mengandung warna)‏
Kartu 1,4,5,6,7 : kartu yg akromatis (hitam putih)‏
Administrasi Tes
1). Tahap performance proper
Setiap kartu disajikan kpd testee secara berurutan
2). Tahap inquiry
Menanykan lebih lanjut atas jawaban-jawaban testee yg muncul pd tahap performance proper
3). Setipa tahap dicatat selengkap-lengkapnya
Waktu penyajian
Penyajian dilakukan secara individual, dg waktu yg tdk terbatas
Skoring
1). Lokasi : yaitu bagian bercak yg dijadikan landasan testee dlm memberikan jawaban
2). Determinan : meliputi bnetu , gerakan, warna, & shading
3). Isi : Apakah jawaban testee digolongkan jawaban-jawaban objek, kesenian, hewan, manusia, dsb
4). Populer-Original : Apakah jawaban-jawaban testee merupakan respon-respon umum / spesifik
1. Form level Rating : Nilai yg menyangkut kualitas jawaban testee
Interpretasi
Hasil tes Rorschach baru dpt diinterpretasi setelah dilakukan tabulasi & dituangkan dlm psikogram sbg figuran mengenai subjek tsb.
Dari hasil tabulasi & psikogram kemudian dilakukanlah interpretasi secara kualitatif.
TES GRAFIS
Pada umumnya terdiri dari 3 buah tugas :
Gambar Orang (DAP)‏
Gambar Pohon (Baum/ Tree Test)‏
Gambar Rumah, Orang & Pohon (HTP)‏
Tes ini memungkinkan testee menampilkan ekspresi bebas dlm bentuk gbr yg ditugaskan
Tes ini dpt digunakan unt semua usia
Umumnya digunakan unt konseling & seleksi
Melalui tes ini diperolehn tentang gambaran self images & ideal self images
1. Gambar Pohon (Baum/ Tree Test)‏
● Mula-mula digunakan unt pemilihan jurusan oleh Emil Jucher, kmdn dikemb oleh Charles Koch
● Administrasi:
a). Kertas HVS, ukuran A4
b). Pensil HB
c). Wkt tdk dibatasi (Kec klasikal 10-20 menit)‏
d). Tdk diperkenankan menghapus/menggaris
e). Instruksi :
Gambarlah suatu pohon berkayu, kecuali: jenis perdu, pinus, palm, randu, bambu, rumput-rumputan, jenis pohon beringin
Faktor-faktor Analisis Pohon:
1). Ukuran gambar
2). Kesan gambar
3). Penempatan/ lokasi
4). Kualitas garis
5). Aspek perkembangan atau umur
6). Bagian-bagian dari pohon
1). Ukuran Gambar
Dilihat dari 2 segi :
a). Perbandingan antara besar gbr dg ukuran kertas
Biasanya org dewasa menggbr 2/3 dari kertas.
 Konstruktif (cenderung lebih kecil dari 1/6 kertas): Menunjukkan suatu kecend. keragu-raguan/ kurang percaya diri dlm hal menempatkan diri dlm lingk sosialnya.
 Ekspansif (lebih besar dari ½ kertas):
Menunjukkan kecend keprib yg berani menghadapi lingk sosialnya, namun perlu dilihat jg kualitas coretan/grsnya
b). Perbandingan antara mahkota & batang
Biasanya org dewasa menggbr mahkota 2/3 dari batangnya.
2). Kesan gambar
Mengungkapkan suasana gbr dibuat, apakah cukup jelas, kesan gbr pohon hidup, mati, ditiup angin, statis, dinamis, dsb
3). Kualitas garis
a). Tekanan : menunjukkan dorongan/kebutuhan/ hasrat personal
Tekanan kuat, grs tebal : ambisi yg kuat
Tekanan lemah: keengganan, kurang bersemangat
b). Keajegan
# Grs putus-putus: sikap ragu-ragu
c). Shading
# Kecemasan, kekhawatiran, kecend neurotis, bentuk lain dari manifestasi adanya rasa tdk aman
d). Koreksi :
# Keragu-raguan/ kurang percaya diri
4). Analisa Simbolik pada Bagian-bagian Pohon
Secara umum pohon dibagi 3 :
a). Mahkota
Merefleksikan penghayatan testee tent aktualisasi dirinya (super ego)‏
b). Batang
Mengekspresikan penghayatan testee tent motivasinya (Ego)‏
c). Akar
Merefleksikan tent penghayatan testee akan dorongannya (Id)‏
2. Gambar Manusia (DAP)‏
● Pertamakali dikembangkan oleh Goodenough (1921)‏
● Instruksi
● Observasi:
a). Tingkah laku spontan dlm menggbr
b). Bagian mana yg paling ditekankan
c). Data identifikasi: penempatan gbr, penghapusan, dll
d). Gbr lengkap mencakup:
Kepala
Tangan
Tubuh
Kaki
Yg perlu diperhatikan
● Penghapusan
 anxiety
● Bayangan/ shading
 anxiety
● Kesuraman/ ketandasan garis
● Gbr yg seolah-oleh dihilangkan
● Subyeknya laki-laki, gbrnya wanita
● Mata yg besar tp tdk ada detail didlmnya
● Ada gbr yg dihilangkan
tangan, kaki, bahu, hidung, telinga, dl
Macam-Macam Tes Proyektif
Tes Proyektif Verbal
Tes proyektif yg materinya, reaksi subjek maupun instruksinya menggunakan bahasa, shg dlm tes ini dituntut suatu kemampuan berbahasa.
Macamnya:
a). SSCT (Sacs Sentences Completion Test)‏
b). EPPS (Edward Personal Preference Schedule)‏
Tes Proyektif Non Verbal
Tes ini yg menggunakan bahasa hanya pada instruksinya saja. Kemampuan bahasa subjek dlm merespon rangsang yg disajikan dlm tes tdk dituntut. Shg dpt digunakan pada hampir setiap orang.
Macamnya :
a). TAT
b). CAT
c). Tes Rorshach
d). Tes Wartegg
e).Grafis  Baum, DAP, HTP
Tes Non Proyektif
● Tes ini bersifat obyektif, shg pemberian nilainya (skoring) jelas.
● Pada umumnya berbentuk inventory/ self report
● Kelemahannya: banyak terjadi faking
● Macamnya :
a). MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)‏
b). Sixteen Personality Factor Test (16 PF)‏
c). NSQ (Neurotic Scale Questionare)
d). CPI (California Personality Inventory)‏
Tes Kraeplin
Pencipta : Emile Kraeplin (1856-1926), Psikiater asal Jerman
● Permulaan 1880, bekerja di Lab Wundt dlm usaha memecahkan problem wkt reaksi
● Menysun tes dg dsr pemikiran: adanya perbed yg khas pd proses sensori sederhana, s.motor, perceptual & t.laku. Tes tsb digunakan sbg dsr psikologis unt mengklasifikasikan kekacauan psikiatrik. Ia berusaha memperluas pengg unt menysun tipologi keprib man ant normal & abnormal
● Diantara tes tsb yg dipake adl: Simple Arithmetic Test, fungsi: mengukur practice effect, memory & yg berhub dg kelelahan & distraction
● Awalnya merup tes keprib dlm perkemb mnjd tes bakat
Tes Kraeplin
● Tes Kraeplin mengukur “maximum performance” seseorang. Oleh karena itu tekanan skoring & intepretasinya didasarkan pd hasil-hasil tes secara obyektif bukan proyektif.
● Spearman (1927) menyatakan bahwa aspek-aspek yg diungkap dlm tes kreaplin dpt dianggap sbg pernyataan dari energi mental (yaitu: mengandung unsur-unsur kecepatan, ketelitian,keajegan dan ketahanan kerja), shg mengukur secara optimum apa yg telah dicapai individu unt dirinya dlm keadaan fungsi mental yg normal.
● Anastasi (1968) mengatakan: Aitem2 dlm tes kraeplin mengandung salah satu kemamp “mental primer” yaitu faktor number, dimana didlmnya tdpt kecakapan unt menghitung simple arithmetic dg cepat & teliti
Tes Kraeplin
Perkemb Tes Kraeplin di Indonesia:
● Digunakan di kalangan ABRI & perusahaan, terutama unt seleksi & penempatan tenaga kerja, bahkan digunakan sbg tes kepribadian.
● Bnyk diadakan penelitian, baik unt meneliti korelasi ant hasil tes kraeplin dg kenyataan di lap, maupun mengenai standarisasi norma tes kraeplin
Tes Kraeplin sbg tes kepribadian
Digunakan unt menent tipe “performance” (berdsar penelitian Marcham Darokah):
● Bila hasil menjumlah angka-angka rendah sekali & tdk pd kedudukan minimum normal, hal ini dpt diprediksi bhw ada gej depresi mental pd testee
● Bila terjd salah hitung terlalu bnyk dlm menjumlah angka & dibwh minimum normal, diprediksikan testee mengalami distraksi mental/ mental disorder
● Bila terdpt salah hitung dlm menjumlah angka2 tertentu, misal: 6 dg 7 testee menulis 12 atau 14, maka dpt diprediksikan bhw testee mempy gej/ sdg mengalami trauma dg angka 13
Tes Kraeplin
Bentuk tes:
Berupa satu lbr kertas dobel kuarto memanjang bolak-balik terdiri dari 4 hal. Hal 1 unt menuliskan identitas subj & contoh tes. Hal 2 & 3 berisi soal. Hal 4 unt skoring grafik & intepretasi. Lembar tes dlm bentuk terpakai habis. Tes berwujud angka2 sederhana (1-9). Subj diminta unt menjumlahkan angka2 scr berurutan dari bawah ke atas, unt 2 angka yg berdekatan tanpa ada angka yg dilewati.
Aspek yg diukur:
Kecept kerja
Ketelitian kerja
Keajegan kerja
Ketahanan Kerja
Tes Kraeplin sbg tes kepribadian
● Bila hasil menunjukkan ritme yg tajam, artinya pd suatu ketika terjadi hasil yg rendah, ini disebabkan suatu saat kehilangan ingatannya, shg dpt disimpulkan adanya gej epilepsi
● Bila terdpt range rithme yg terlalu besar pd hasil tes hingga dibwh minimum normal, maka dpt diprediksikan bhw testee mengalami gangguan emosional.
● Bila didlm grafik hasil tes menunjukkan garis naik tegak lurus/ tetap scr kaku, dpt diprediksikan adanya gej perfeksionis.
● Bila didlm grafik hasil tes menunjukkan penurunan hingga minimum, dpt diprediksikan adanya gej kelelahan
Tes Kraeplin sbg tes bakat
● Hasil tes kraeplin dpt diinterpretasi dg menggunakan dasar faktor-faktor bakat yg terkandung didalamnya:
1). Faktor kecepatan (panker)
2). Faktor ketelitian (tianker)
3). Faktor Keajegan (Janker)
4). Faktor Ketahanan Kerja (Hanker)
Tes Kraeplin
Tes dpt diberikan klasikal atau individual
Wkt Penyajian: total 20 menit
● Pengisian identitas : 4 menit
● Instruksi : 2 menit
● latihan : 1 menit
● Mengerjakan soal : 12 menit 30 detik
Tiap deret 15 detik
Tujuan : idem aspek yg diukur
Validitas & reliabilitas :
● Arif wangsa (1965) dlm penelit: koef validitas
r=0,54 unt aspek kecept kerja, r=0,57 unt ketelitian krj; r=0,52 unt keajegan krj, r=0,40 unt ketahanan kerja, dilak dibbrp perush di Yk
Tes Kraeplin
● Thukul Santoso (1967) penelt di PN Blabag Magelang, menemukan koef reliabilias :
r=0,875 unt aspek kecept kerja
r=0,758 unt aspek ketelitian kerja
r=0,870 unt aspek keajegan kerja
r=0,912 unt aspek ketahanan kerja
TES MINAT
Latar Belakang
Pada dasarnya para ahli psikologi sepakat bahwa minat dipandang sebagai aspek non kognitif yang sama sekali berbeda dengan aspek kognitif. Sebagai konsekuensinya, untuk mengetahui minat seseorang digunakan instrumen (yang antara lain berupa tes) yang harus tidak mengungkap aspek kognitif, yang biasanya disebut kemampuan.
Sejarah tes minat dimulai tahun 1921 dengan diterbitkannya tes minat yang pertama, yakni Carnegie Interest Inventory.
MINAT
Asher dkk (1953) mengartikan minat dlm 2 hal:
1). Minat: sbg kondisi psikologis yg ditandai dg pemusatan perhatian thd masalah/aktivitas tertentu, atau sbg kecend unt memahami suatu pengalaman yg akan diulang, 2). Minat diartikan sbg suatu rasa senang yg dihasilkan dari adanya perhatian khusus thdp suatu aktivitas tertentu
Whiterington (1988) mendefinisikan minat sbg suatu kesediaan seseorg thdp suatu obyek, seseorg (org lain), suatu soal/hal, atau situasi yg berhub dg dirinya.
Crow & Crow (1973) mengartikan minat sbg kekuatan pendorong yg menyebabkan individu memberikan perhatian thd obyek yg bisa merup seseorg, situasi, maupun aktivitas tertentu
Faktor Penyebab Timbulnya Minat
Faktor Intrinsik (dorongan dari dalam): misalnya lapar akan membuat orang interest kpd makanan
Faktor Emosional : misalnya bila seseorg merasa sukses thdp aktivitasnya, dia akan cenderung untuk mengulangnya
Faktor sosial : misalnya kehadiran org lain dlm bersepeda mendorong org lain unt bersepeda dg lebih cepat
Cara Melihat Minat
Expressed interest : dg melihat ekspresi seseorg terhadap suatu ibyek
Manifest interest : dg melihat obyek atau aktivitas apa yg paling sering dilakukan
Menggunakan alat yg telah distandarisasi, dg menanyakan kpd subyek yg bersangkutan, apakah ia senang atau tidak tentang suatu obyek . Misalnya dg menggunakan tes Kuder atau RMIB, dll
Penerapan Tes Minat
Penerapan Tes Minat
Pada umumnya hasil tes minat digunakan dalam 3 bidang terapan, seperti yang diuraikan dibawah ini. Perlu dicatat bahwa berdasarkan pengamatan jarang ditemui suatu hasil tes minat digunakan secara eksklusif dengan mengabaikan hasil pengukuran terhadap aspek kognitif dan aspek non kognitif yang lain, seperti : tes inteligensi, tes bakat, ataupun tes kepribadian.
Berikut ini 3 bidang terapan hasil tes minat :
Konseling Karier
Konseling Pekerjaan
Penjurusan Siswa
Macam-macam Tes Minat
Diantara berbagai tes minat, berikut ini akan diuraikan secara ringkas 5 tes minat yang dipandang memiliki prospek penggunaan yang cerah.
Strong Vocational Interest Blank (SVIB)
Pertama kali dipublikasikan tahun 1927. Pada edisi tahun 1966 terdapat 399 item yang mengukur 54 macam pekerjaan untuk pria.
Bentuk yang lain digunakan khusus untuk 32 macam pekerjaan wanita.
Tes minat ini bertahan sampai 22 tahun. Hal ini diteliti antara lain pada mahasiswa kedokteran, ternyata minat mereka tetap tinggi setelah bekerja lama sebagai dokter (riset di Stanford).
SCII
Tes ini dibuat untuk mengatasi kelemahan SVIB. Bentuk untuk pria yang terpisah dari wanita disatukan dalam SCII. Studi yang impresif dilakukan untuk 437 macam pekerjaan. Terdapat 6 faktor kepribadaian yang berkaitan dengan minat, yaitu : realistic, investigative, artistic, social, enterprising, dan konvensional. Lebih jauh dalam SCII hal tersebut diterjemahkan menjadi :
(1). Pekerjaan : 131 item (contoh item : aktris, pengacara, sekretaris)
(2). Subjek sekolah : 36 item (contoh item : aljabar, ekonomi)
(3). Aktivitas : 51 item (contoh item : memasak, melihat, operasi)
(4). Hiburan : 39 item (contoh item : memancing, tinju)
(5). Tipe orang : 24 item (contoh item : perwira militer, penari)
(6). Preferensi antara 2 aktivitas : 30 item (contoh item : jadi pilot atau petugas biro perjalanan)
(7). Karakteristik anda : 14 item (contoh item : sabar ketika mengajar)
Tes Kuder
Terdiri dari atas berbagai macam format/ bentuk, antara lain :
(1). Kuder Preference Record – Vocational (KPR-V)
(2). Kuder General Interest Survey (KGIS)
(3). Kuder Occupational Interest Survey (KOIS)
Tes Kuder yang sering digunakan di Indonesia adalah dengan bentuk KPR-V.
Kuder Preference Record – Vocational (KPR-V)
KPR-V menyajikan 10 macam/kelompok/bidang pekerjaan yang luas, yaitu :
(1). Pekerjaan lapangan (Outdoor)
(2). Mekanik
(3). Komputasi
(4). Ilmiah (Science)
(5). Persuasif
(6). Artistik
(7). Sastra
(8). Musik
(9). Pelayanan Sosial
(10). Klerikal (Sekretaris/ kantoran)
Selain 10 bidang pekerjaan itu terdapat subskala, yaitu verifikasi, yang bukan merupakan pengukur minat pekerjaan. Verifikasi digunakan sebagai cek kejujuran dan kecermatan dalam memberikan jawaban. Hal ini dapat dipahami, karena pengukuran minat (kemampuan non kognitif) memiliki kelemahan yang sukar dihindari. Yaitu kemungkinan subjek memberikan jawaban yang sebenarnya tidak cocok dengan keadaan dirinya, tetapi merupakan jawaban yang dikehendaki oleh orang lain.
Ke-10 bidang pekerjaan ditambah dengan subskala Verifikasi itu diukur melalui 168 pasang pernyataan (14 pasang x 12 halaman).
Setiap nomor pada KPR-V terdiri atas 3 pernyataan, subjek disuruh memilih 1 pernyataan yang paling disukai dan 1 pernyataan yang paling tidak disukai. Setiap pernyataan merupakan satu aktivitas dalam pekerjaan tertentu.
Waktu untuk mengerjakan pada skala yang asli hanya berkisar 30 – 40 menit, tetapi pada bentuk skala yang berbahasa Indonesia memerlukan waktu 2 kali lipat, yaitu 60 menit.
Minnesota Vocational Interest Inventory (MVII)
Dasarnya adalah 9 minat dasar seperti SVIB, termasuk mekanik, elektronik, dan catering (pelayanan makanan).
RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)
Menurut sejarahnya, tes tersebut disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis katagori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Kemudian pada tahun 1958, tes diperluas dari 9 katagori menjadi 12 katagori oleh Kenneth Miller. Sejak saat itu, tes minat tersebut menjadi Test Interest Rothwell-Miller atau yang lebih dikenal dengan Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank).
RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)
Pengantar :
Disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. Awalnya hanya memiliki 9 jenis katagori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada.
Tahun 1958, diperluas menjadi 12 katagori oleh Kenneth Miller.
Sejak saat itu, menjadi Test Interest Rothwell-Miller, yg dikenal dengan
Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank).
Hal-hal yang merupakan kekhususan dari tes ini adalah :
Dapat dimasukkan ke dalam susunan baterry test
Lebih mudah dikerjakan oleh subjek
Skore dapat disusun dengan lebih cepat
Lebih cocok diberikan untuk orang dewasa.
Hasil keseluruhan dari tes akan memperlihatkan pola interest dari subjek.
Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan.
Materi Tes
Terdiri dari daftar pekerjaan dlm 9 klpk ( A – I ), dg 12 kategori sbb:
1). Outdoor 7). Literary
2). Mechanical 8). Musical
3). Computational 9). Social Service
4). Scientific 10). Clerical
5). Personil Contact 11). Practical
6). Aesthetic 12). Medical
Administrasi Tes
Diinstruksikan untuk membuat ranking dari daftar pekerjaan yang tersedia di dalam formulir tes.
Ranking dimulai dengan nomer 1 untuk pekerjaan yang paling disukai dalam satu kelompok dan berakhir dengan nomer 12 untuk pekerjaan yang paling tidak disukai, sesuai dengan jumlah pekerjaan yang terdapat dalam satu kelompok.
Waktu tidak terbatas, tp pd umumnya 20 menit
Cara Skoring
Sesudah ranking dibuat oleh responden, maka hasil ranking tersebut kemudian dipindahkan didalam suatu tabel yang terdapat dibagian akhir dari formulir tes tersebut.
Cara Pengisian
Ranking dari kelompok A dimasukan ke dalam tabel sesuai urutan aslinya. Ranking kelompok B dimulai dari kolom Me, kelompok C dimulai dari kolom Comp, dan seterusnya sehingga dalam kelompok akhir akan terdapat bahwa jenis pekerjaan yang letaknya terbawah dalam susunan daftar pekerjaan akan menjadi paling atas dalam kelompok tabulasi.
Interpretasi
Cara Interpretasi :
Apabila dilihat dari raw scorenya, maka score yang rendah dapat diartikan sebagai indikasi adanya interest yang lebih banyak dibandingkan dengan pekerjaan yang scorenya lebih tinggi.
Percentile tinggi maka dpt diartikan interest thd pekerjaan tsb
Interpretasi : Apabila seseorang memberikan jawaban yang tdk dapat diartikan,
a). Individu kurang memahami instruksi/ kurang informasi tentang pekerjaan-pekerjaan tsb/ pengetahuan tentang pekerjan-pekerjan tsb sangat kurang
b). Merup indikasi sikap acuh tak acuh thd jenis pekerjaan yg ada
c). Kelalaian/kecerobohan dari responden atau sikap oposisi/menentang thd tugas
d). Kemungkinan bhw pekerjaan yg bersangkutan tidak mewakili kategori yg ada.
(individu memiliki sejumlah interest thd jenis pekerjaan yg tdk tdpt dlm daftar)
e). Kemungkinan bhw bbrp elemen dari pekerjaan itu sendiri cend menyalahi stereotipe yg terdaftar
Penggunaan Hasil Interpretasi :
Dpt digunakan sbg bahan pertimbangan dlm mengarahkan/memberikan masukan
Material Test
Tes Interest Rothwell-Miller merupakan suatu formulir yang berisikan suatu daftar pekerjaan yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode huruf dari A sampai I, dan dibedakan antara pria dan wanita.
Masing-masing kelompok terdiri dari 12 jenis pekerjaan, yang masing-masing mewakili kategori pekerjaan tertentu, dengan alasan bahwa banyak pekerjaan-pekerjaan yang relatif homogen.
Adapun ke-12 kategori tersebut :
Out door :
Pekerjaan yang aktivitasnya dilakukan diluar atau diudara terbuka atau pekerjaan yang tidak berhubungan dengan hal-hal yang rutin sifatnya.
Untuk Laki-laki/ Pria :
Petani, petani tanaman hias, penjaga hutan, juru ukur, penyelidik, ahli sortir kulit, nelayan, sopir pengangkutan.
Untuk Wanita :
Pekerjaan pertanian, guru pendidikan jasmani (guru olah raga), pramugari, ahli pertamanan, pembina keolahragaan, peternak, peternak ayam, petani bunga, tukang kebun.
Mechanical :
Pekerjaan yang berhubungan dengan atau menggunakan mesin, alat-alat dan daya mekanik.
Untuk Laki-laki/ Pria :
Insinyur Sipil, ahli pembuat alat-alat, tukang bubut, tukang listrik, montir, instalator, pembuat arloji, montir radio, tukang las.
Untuk Wanita :
Pengemudi kendaraan militer, petugas assembling (perakit) alat-alat, petugas mesin rajut, petugas pompa bensin, ahli reparasi jam, ahli gosok lensa, petugas mesin sulam, ahli reparasi permata, operator mesin kaos kaki.
Computational
Pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka, berhitung, estimasi.
Untuk Laki-laki/ Pria :
kuntan, ahli statistic, auditor, penaksir pajak pendapatan, guru matematika, pembantu kasir, kasir, juru bayar, petugas pajak.
Untuk Wanita :
kuntan, pegawai, urusan gaji, auditor, petugas mesin hitung, guru ilmu pasti, kasir ahli tatabuku, juru bayar, pegawai pajak.
Scientific
Pekerjaan yang berhubungan dengan keaktifan dalam analisa dan penyelidikan, eksperiman, kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya.
Untuk Laki-laki/ Pria :
Ilmiawan, insinyur kimia industri ahli metereologi, ahli biologi, ahli pertanian, ahli botani, ahli astronomi, ahli geologi, assisten laboratorium.
Untuk Wanita :
Ilmiawati, insinyur kimia industri ahli metereologi, ahli biologi, ahli pertanian, ahli botani, ahli astronomi, ahli geologi, assisten laboratorium.
Personil Contact
Pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, atau suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak dengan orang lain.
Untuk Laki-laki/ Pria :
Manager bidang penjualan, penyiar radio, salesman, agen biri iklan, petugas wawancara keliling, juru lelang, petugas hubungan, kemasayarakatan, salesman asuransi.
Untuk Wanita :
Penjual hasil mode, penyiar radio, salesgirl, agen iklan, petugas wawancara, pedagang keliling, peraga alat-alat kosmetik, petugas humas, peraga bahan-bahan yang dijual (sales demonstrator)
Aesthetic
Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni atau mencipta sesuatu
Untuk Laki-laki/ Pria :
Seniman, artis komersil, arsitek, decorator interior, perancang perhiasan, pemotret / fotografer, peñata panggung, peñata etalase, perancang motif tekstil.
Untuk Wanita :
Seniwati, artis komersil, guru kesenian, arsitek, decorator interior, perancang pakaian, pemotret/ fotografer, peñata panggung, peñata etalase, perancang motif tekstil.
Literary
Pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku, kegiatan membaca dan mengarang
Untuk Laki-laki/ Pria :
Wartawan, pengarang, penulis drama, ahli sejarah, ahli perpustakaan, penulis majalah, kritikus buku, penulis sandiwara radio, penyair.
Untuk Wanita :
Wartawan, pengarang, penulis drama, ahli sejarah, ahli perpustakaan, penulis majalah, kritikus buku, penulis sandiwara radio, penyair.
Aesthetic
Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni atau mencipta sesuatu
Untuk Laki-laki/ Pria :
Seniman, artis komersil, arsitek, decorator interior, perancang perhiasan, pemotret / fotografer, peñata panggung, peñata etalase, perancang motif tekstil.
Untuk Wanita :
Seniwati, artis komersil, guru kesenian, arsitek, decorator interior, perancang pakaian, pemotret/ fotografer, peñata panggung, peñata etalase, perancang motif tekstil.
Literary
Pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku, kegiatan membaca dan mengarang
Untuk Laki-laki/ Pria :
Wartawan, pengarang, penulis drama, ahli sejarah, ahli perpustakaan, penulis majalah, kritikus buku, penulis sandiwara radio, penyair.
Untuk Wanita :
Wartawan, pengarang, penulis drama, ahli sejarah, ahli perpustakaan, penulis majalah, kritikus buku, penulis sandiwara radio, penyair.
Musical
Minat memainkan alat-alat musik, atau yang berhubungan dengan musik.
Untuk Laki-laki/ Pria :
Pianis konser, dirigen orkes, komponis, kritikus musik, guru musik, pemain orgen, ahli pustaka musik, pemimpin / pemain musik band, pramuniaga toko musik.
Untuk Wanita :
Pianis konser, dirigen orkes, komponis, kritikus musik, guru musik, pemain orgen, ahli pustaka musik, pemimpin / pemain musik band, pramuniaga toko musik.
Social Service
Pekerjaan yang berhubungan dengan minat terhadap kesejahteraan penduduk, dengan keinginan untuk menolong, membimbing/ menasehati tentang problem dan kesulitan mereka, keinginan untuk mengerti orang lain, dan hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan.
Untuk Laki-laki/ Pria :
Guru SD, psikolog/ psikolog pendidikan, kepala sekolah, pekerja social, pembina rohani, organisator kepramukaan, ahli penyuluh jabatan, petugas kesejahteraan social.
Untuk Wanita :
Guru SD, psikolog/ psikolog pendidikan, kepala sekolah, pekerja social, pembina/penyebar rohani, petugas palang merah, ahli penyuluh jabatan, petugas kesejahteraan social.
Clerical
Minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut ketepatan dan ketelitian.
Untuk Laki-laki/ Pria :
Manajer bank, sekretaris perusahaan, pegawai kotapraja, pegawai asuransi, petugas arsip, petugas pengiriman barang, pegawai kantor, pegawai pos, petugas ekspedisi (surat).
Untuk Wanita :
Sekretaris pribadi, juru ketik, resepsionis, penulis steno, pegawai bank, pegawai kantor, pegawai kantor pos, petugas arsip, penyusun arsip.
Practical
Minat terhadap pekerjaan- pekerjaan yang praktis, karya pertukangan, dan yang memerlukan ketrampilan
Untuk Laki-laki/ Pria :
Tukang kayu, ahli mebel, tukang cat, tukang batu, petugas mesin perkayuan, tukang plester tembok, tukang leideng, tukang sepatu.
Untuk Wanita :
Modiste, pembuat pot keramik, ahli piñata rambut, penjilid buku, tukang bungkus coklat, pengurus rumah tangga, tukang binatu, penjahit, petugas mesin sulam, juru masak.
Medical
Minat terhadap pengobatan, mengurangi dan penyembuhan di dalam bidang medis.
Untuk Laki-laki/ Pria :
Dokter, ahli bedah, dokter hewan, ahli farmasi / apoteker, dokter gigi, ahli kacamata, ahli rontgen, ahli physiotherapy, mantri kesehatan, perawat.
Untuk Wanita :
Dokter, ahli bedah, dokter hewan, ahli farmasi / apoteker, dokter gigi, therapist, ahli rontgen, ahli physiotherapy, perawat.
Penerapan Tes Minat
Antara lain meliputi :
1). Konseling Karier
Konseling karier siswa-siswa di awal masuk sekolah
Konseling karier bagi siswa yg lulus & akan bekerja
2). Konseling Pekerjaan
Bagi karyawan/pekerja baru (penempatan posisi)
Bagi karyawan lama (penempatan unt promosi jabatan, mencek konsistensi antara tugas & minat pekerjaan, dsb)
3). Penjurusan Siswa
Penjurusan siswa-siswa sekolah umum (SMU)
Penjurusan siswa-siswa sekolah kejuruan
4). Perencanaan Bacaan Siswa
Unt memilih jenis bacaan yg mayoritas disukai
5). dll

http://blog.uin-malang.ac.id/azzqie/2011/02/01/tes-bakat-minat/


Artikel Terkait

Dimensi Bakat(Guilford)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email